21 Lele

Catatan referensi kami dalam membudidayakan lele

21 Lele

Pecel Lele Komplit

21 Lele

Lele Sambal Ijo

21 Lele

Lele Asam Pedas

21 Lele

Makan Lele itu ...

Minggu, 04 September 2016

Budidaya Lele Dalam Drum Plastik 200 lt

Setelah selesai pembuatan tempat budidaya lele dalam tong atau drum aktifitas berikutnya adalah menebar bibit lele. Sebelum ditebarkan lebih dulu dipersiapkan air siap pakai untuk tempat hidup ikan lele. Jenis bibit lele dapat dipilih lele dumbo, sangkuriang maupun lele piton.
Persiapan Air dalam Drum
Persiapan air pada budidaya lele dalam tong pada prinsipnya sama dengan persiapan air pada kolam terpal. Tong lele diisi air setengah atau tiga perempat dari ketinggian dulu saja. Untuk menumbuhkan biota atau mikroorganisme air baik air diisikan dalam tong seminggu atau dua minggu sebelumnya. Lebih baik lagi jika diberikan rendaman pupuk kandang dalam karung.
Dosis Pupuk Kandang
Untuk mendapatkan hasil yang baik dapat dipilih menggunakan rendaman kotoran kambing yang telah kering. Dosisnya untuk air 1000 liter (1 m x 1 m x 1 m) diberi rendaman pupuk kandang sebanyak 1 kg saja. Untuk kolam ukuran 1 m x 1 m x 1 m dengan air hanya 50 cm tingginya, pupuk kandang tidak lebih dari 1/2 kg saja.
Jika tidak ditemukan kotoran kambing atau domba dapat diganti dengan kotoran ayam kampung. Kotoran ayam broiler, ayam petelur, pedaging atau burung puyuh tidak disarankan untuk digunakan.
Karena volume air terbatas, sesuaikan jumlah pupuk kandang yang direndam dalam tong. Drum dengan volume air 200 liter cukup diberi rendaman kotoran kambing kering tidak lebih dari 1/5 kg saja atau sekitar 200 gram.
Agar lebih cepat proses pematangan air, bisa dimasukkan cairan EM4 atau sejenisnya. Beberapa hari kemudian air akan berubah warna menjadi lebih gelap plus jentik nyamuk dan ikan siap ditebarkan.
Pada praktek ini, tidak dilakukan proses-proses di atas. Kebetulan ada kolam terpal yang tengah dipersiapkan untuk penebaran benih. Air diambil dari kolam terpal dan diisikan ke dalam tong.
Dari pengamatan beberapa kali tebar bibit lele, pemberian pupuk kandang yang berlebihan justru kurang bagus untuk bibit lele dan dapat mendatangkan penyakit. Jika dirasa pupuk kelebihan, kurangi volume air kolam beberapa bagian dan tambah dengan air yang baru.
 Penebaran Benih
Waktu penebaran benih dipilih pada sore hari. Banyak juga peternak yang memilih penebaran bibit lele di waktu pagi, saat matahari belum tinggi. Pada drum dengan ukuran 90 cm x 60 cm ini ditebar benih ikan lele sebanyak 200 ekor saja. Dari 200 ekor ini, jika hidup semua dan misalkan berat rata-rata dari 10 ekor ikan saat panen adalah satu kilogram, maka dapat diperoleh sekitar 20 kg ikan lele.
Ada dua buah drum dari plastik yang dijadikan tempat pemeliharaan ikan. Total sekitar 400 ekor bibit ditebar. Dari dua kolam drum ini rencananya nanti akan dilakukan langkah penyortiran ikan sehingga dapat mengurangi tingkat kepadatan yang tinggi. Ikan-ikan yang berukuran hampir sama akan dipindahkan jadi satu.
Wadah bibit lele dicelupkan dalam air perlahan-lahan. Jika terjadi perbedaan suhu yang tinggi antara air wadah dan air kolam, baiknya ember direndam dulu dalam air kolam beberapa saat agar terjadi penyesuaian suhu pelan-pelan. 200 ekor bibit lele dengan panjang sekitar 4 hingga 5 cm pun pelan-pelan mulai berpindah  ke tempat hidupnya yang baru.
Dari pengamatan sementara, tong yang diisi 200 ekor bibit lele ini masih kelihatan longgar. Tentu saja karena ukuran ikan yang masih kecil-kecil.
Banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat kematian pada bibit ikan. Diantaranya:
-Jarak tempuh
Bibit ikan yang didatangkan dari tempat yang dekat akan memiliki stamina yang lebih bagus dibandingkan bibit-bibit yang menempuh jarak terlalu panjang. Seringkali ikan belum ditebar sudah banyak yang mati. Bibit dari tempat yang jauh baiknya dikirim dengan persediaan tambahan oksigen.
-Wadah Bibit
Bibit yang ditempatkan dalam wadah sempit dalam kondisi berdesakan sering menimbulkan kematian bibit. Gunakan tempat yang layak saat pengangkutan bibit lele.
-Kesehatan bibit
Luka fisik akibat aktivitas pemindahan bibit lele dapat menyebabkan kematian. Selain itu terkadang bibit lele yang sedang dibenihkan terserang penyakit juga. Jika bibit dari rombongan ini yang terbeli, maka tingkat kematian akan tinggi. Pembenih lele yang baik tentunya tidak akan berani menjual bibit lele dari kolam yang terkena penyakit atau virus. Kenali penjual bibit anda dengan baik.
-Ukuran Bibit
Ukuran bibit seyogyanya menjadi bahan pertimbangan. Benih dengan ukuran yang lebih besar, biasanya memiliki tingkat kematian lebih rendah. Ukuran 6 hingga 7 cm akan ideal tentunya dengan harga yang relatif lebih mahal.
-Kualitas Air Kolam Drum
Kualitas air dalam kolam yang jelek dapat menyebabkan kematian bibit ikan. Sisa karat pada drum kaleng atau besi dan sisa-sisa bahan kimia pada drum plastik yang tidak dibersihkan dapat menjadi penyebab kematian bibit ikan yang dimasukkan.
Untuk sekedar hobi atau tambahan menu lauk di dapur, budidaya lele dalam tong dapat berjalan dengan baik. Untuk keperluan bisnis, kolam yang lebih luas nampaknya lebih cocok untuk dikembangkan.
http;//daunijo,com/tebar-bibit-budidaya-lele-dalam-tong-drum/

Tanaman Penetral PH Air

TANAMAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR 

Air merupakan media vital yang sangat menentukan kelangsungan hidup ikan. Makanya pasokan air yang memadai dapat membantu proses budidaya ikan. Berbagai cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas tetap terjaga dengan baik yakni pemupukan yang berguna untuk menumbuhkan plankton atau pakan alami. Peningkatan kualitas air bisa juga dilakukan dengan memeri berbagai tanaman yang tumbuh disekitar kita. 

Beberapa tanaman tersebut adalah :

Lampesan ( Scutellaria discolor )
Lampesan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas air pada kolam ikan yakni daun dan batangnya. Daunnya banyak mengandung saponin, flavonoid, polifenol dan minyak asiri. Dimana bagian yang terpenting untuk meningkatkan kualitas air adalah kulit batang. Caranya potong-potong lampesan ini sebanyak 30 kg untuk kolam 50 m2, lalu jemur selama enam jam hingga layu. Selanjutnya masukkan batangnya di kolam 2-3 hari. Batang akan hancur bagian kayu yang keras. Dengan pemberian lampesan ini kolam akan menjadi kehijau-hijauaan. Itu berarti sudah tumbuh plankton yang dibutuhkan oleh ikan pada masa pendederan.  Selain itu daun lampesan dapat digunakan untuk menurunkan pH tinggi.

Tetean ( Durante repens )
Tetean yang digunakan adalah batang dan daunnya karena mengandung saponin, flavonoid,polifenol dan minyak asiri. Tetean berguna  untuk meningkatkan kualitas air. Caranya adalah potong batang dan daunnya sebanyak 10 kg untuk kolam seluas 50 m2. Pilihlah pucuk yang masih  bagus, rendam selama 5 hari. Reaksinya agak lama karena batang dan daunnya keras. Tanaman ini sangat kuat untuk menurunkan pH air  budidaya ikan. Selain ini tanaman bisa digunakan untuk mengobati ikan yang mengalami strees. Bila sudah adanya tananaman di kolam ikan akan ditandai adanya kolam yang berwarna hijau-hijauan.

Pisang ( Musa paradisiacal )
Pisang yang digunakan adalah inti batang semu dan bonggol.  Pisang juga untuk menurunkan kualitas air pada kolam. Bagian yang penting untuk menurunkan pH air adalah getah yang keluar dari bonggolpisang. Reaksinya cepat  banget. Caranya adalag ambil batang pisang dan bonggolnya. Dosisnya yang digunakan adalah 30 kg untuk kolam berukuran 24 m2. Cacah bonggol pisang seukuran 1-2 cm agar tidak mudah busuk.

Ketapang ( Terminalia cattapa )
Tanaman ketapang yang digunakan adalah daun, batang dan daunnya. Karena daun ini mengandung tannin yang bersifat astringen. Caranya menggunakannya yakni daun ketapang dijemur  terlebih daulu selama 6 jam sampai layu kemudian masukkan dalam kolam selama 2-3 hari. Bagi para pembudidaya yang mengunakan daun ketapang sebagai penetral pH sebaiknya dimasukkan pada kolam  sebelum ikan  dimasukkan. Fungsi dari tanaman ketapng juga sama yakni menurunkan pH.

Eceng Gondok ( Eichhornia crassipes )
Bagian tanaman ini yang digunakan adalah seluruh tanaman.  Manfaat tanaman ini bagi budidaya ikan yakni menyerap polutan atau racun dalam kolam yang disebabkan oleh penumpukan pakan dan feses didasar kolam yang menghasilkan racun bagi ikan. Cara penggunaan eceng gondok sedikit saja di kolam  maksimal sepertiga bagian kolam. Bila jumlah polupasi eceng gondok sudah terlaulu padat maka segera pindahkan ketempat lain. Eceng gondok biasanya diberikan pada kolam sistem hampa atau kolam terpal terutama pada  masa pendederan ikan. Pada kolam yang diberi tanaman ini akan mengalami penurunan kualitas air yang disebabkan pecemaran pakan.  Tanama ini juga bisa di masukkan dalam kolam lele yang ada dibelakang rumah. Karena akar tanaman ini akan menyerap deterjen dan limbah yang masuk dalam kolam. Selain itu eceng gondok bisa digunakan untuk pemijahan ikan baik ikan air tawar maupun ikan hias. Biasanya akar yang menjuntai ini akan sebagai tempat untuk penempelan telur-telur hasil pemijahan.

Padi  ( Oryza sativa )
Pada padi  yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman tersebut.  Tanaman ini bisa memperbaiki kualitas air karena mudah menumbuhkan pakan alami atau plankton. Cara penggunaannya untuk meningkatkan kualitas air yaitu, jerami diambil sebanyak 5 kg lalu dijemur selama 5 hari sampai kering. Kemudihan  jeremi diikat kecil2 dan dimasukkan dalam pojok-pojok kolam. Setelah seminggu jerami akan membusuk, bila jerami diangkat akan dijumpai sejenis jasad renik yang merupakan pakan alami. Usahakan perendaman jerami jangan terlalu lama sebab air akan berbau masam.

Selamat menggunakan  tanaman ini untuk meningkatkan kualitas air kolam  budidaya ikan

Sumber : http;//www.budilaksono,com/2014/10/perbaiki-kualitas-air-kolam-ikan-dengan.html